Minggu, 08 Februari 2026

Sinonim Itu Bukan Persamaan Kata

Pertanyaan ini sudah sering sekali saya lemparkan ke siswa ataupun mahasiswa yang pernah saya ajar: "Apa itu sinonim?" Dan, seringkali jawaban yang keluar adalah: "Persamaan kata, Pak."

Langsung saya senyum mesem dan nyeletuk, "Keliru!"

Setelah itu kelas diam. Atau pernah suatu ketika, ada yang nyeletuk balik, "Lah guru saya dulu bilangnya begitu, Pak." Sambil menambahkan, "Kalau antonim artinya lawan kata".

Oke, mari kita luruskan sedikit salah kaprah atas pengertian terminologi ini.

Etimologi dan Definisi

Sebelum mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang apa itu sinonim, mari kita berangkat dari etimologinya dulu. Sinonim adalah istilah yang diserap dari bahasa asing, bisa bahasa Inggris synonym, yang ternyata berasal dari kata bahasa latin synonymum yang juga menyerap dari kata bahasa Yunani: synonymos. Kata. synonymos dibentuk dari dua akar kata: syn- yang berarti 'sama' dan onoma 'nama'. Jadi secara harfiah, sinonim bisa diartikan 'nama yang sama'.

Dalam kamus Oxford Learner's Dictionary versi daring, synonym didefinisikan ''a word or expression that has the same or nearly the same meaning as another in the same language" (Sebuah kata atau ekspresi yang memiliki makna sama atau atau hampir sama dengan makna kata yang lain di bahasa yang sama). Sementara itu, dalam KBBI VI versi daring, sinonim dimaknai 'kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain; muradif'.

Nah, dari dua definisi itu, kita bisa melihat bahwa sinonim tidak pernah didefinisikan sebagai kata yang sama, melainkan kesamaan atau setidaknya kemiripan makna. Betul, bahwa sinonim adalah perbandingan antara dua kata atau bisa lebih. Akan tetapi, yang perlu dipahami dengan baik adalah bahwa pokok perbandingannya bukan pada bentuk kata itu sendiri, melainkan pada makna dari kata-kata yang diperbandingkan.

Perbandingan

Oke, sekarang kita berikan contoh. Sinonim adalah kesamaan atau setidaknya kemiripan makna di antara dua atau lebih kata. Sebagai contoh, dalam bahasa Indonesia ada kata ayah dan bapak. Penutur bahasa Indonesia tentu sepakat bahwa kata ayah dan bapak adalah sinonim. Bukan karena katanya yang sama, atau bentuk katanya yang mirip, melainkan maknanya yang memiliki kemiripan.

Makna leksikal ayah dalam KBBI VI ada dua: (1) orang tua kandung laki-laki; (2) kata sapaan kepada orang tua kandung laki-laki. Sementara itu, makna leksikal bapak dalam KBBI VI ada enam, dan dua di antaranya: (1) orang tua laki-laki; (2)  panggilan kepada orang laki-laki yang lebih tua dari yang memanggil. Dari perbandingan makna ini, kita dapat menemukan "titik persamaan" atau kemiripan makna dari keduanya, yaitu (1) sama-sama merujuk kepada orang, (2) berjenis kelamin laki-laki, dan (3) bisa menjadi kata sapaan.

Untuk kemiripan yang ketiga, memang ada sedikit perbedaan juga. Kata ayah dapat dimaknai sebagai ''kata sapaan kepada orang tua kandung laki-laki', sedangkan kata bapak untuk 'kata sapaan kepada siapapun orang laki-laki yang lebih tua dari yang memanggil', tidak terbatas kepada orang tua saja. Namun, sekali lagi, keduanya bisa berfungsi sebagai kata sapaan. Mirip, tetapi tidak sama.

Bukan Persamaan Kata

Alasan lain mengapa saya tidak setuju dengan pemahaman bahwa sinonim berarti persamaan kata berangkat dari pemahaman linguistik, bahwa kata merupakan bentuk yang dibangun dari bunyi bahasa (atau huruf dalam bahasa tulis) dan memiliki makna. Artinya, kata adalah satu paket antara bentuknya dan maknanya.

Kalau sinonim dipahami sebagai persamaan kata, berarti ada dua hal yang semestinya sama:
1. bentuknya
2. maknanya
Namun kenyataannya, semua sinonim bisa sama atau mirip maknanya, tetapi pasti berbeda maknanya.

Coba perhatikan kata ayah dan bapak yang disebut sinonim tadi. Bentuknya berbeda, bukan? Kata ayah terdiri dari 4 bunyi (dilambangkan oleh 4 huruf) sedangkan kata bapak oleh 5 bunyi (dilambangkan 5 huruf). Jumlah bunyi atau huruf beda saja, sudah jelas beda bentuk. Belum lagi perbedaan komposisi bunyinya. Kata ayah menggunakan bunyi-bunyi vokoid [a], serta kontoid [y] dan [h]. Sementara itu kata bapak menggunakan bunyi-bunyi vokoid [a] serta kontoid [b], [p], dan [k].

Lantas, kalau bukan sinonim, disebut apakah persamaan kata?

Jika kita merujuk pada beberapa pemahaman dalam linguistik, bisa diajukan beberapa istilah yang tepat.
  1. Jika yang dimaksud persamaan kata adalah bentuk-bentuk yang sama dengan makna yang berbeda, berarti yang dimaksud adalah homonim. Homonim adalah persamaan (bentuk) kata, dalam artian tersusun dari bunyi yang sama (jika dilafalkan secara lisan) dan huruf yang sama (jika dituliskan), namun maknanya berbeda.
  2. Atau, bisa jadi homofon, yaitu kata-kata yang bunyinya sama (jika dilafalkan secara lisan), tetapi penulisannya berbeda (jika dituliskan), dan tentu maknanya juga berbeda. 
  3. Atau, bisa jadi homograf, yaitu kata-kata yang bunyinya berbeda, tetapi penulisannya sama, dan maknanya juga berbeda. 
Jadi, tidak ada persamaan kata yang berarti sama bentuk dan sama makna. Sama bentuk dan sama makna berarti memang merujuk kata yang sama, tidak perlu diperbandingkan. Begitu pemikiran saya.

Minggu, 28 Desember 2025

Dengan siapa

Kita dengan siapa?

Tidak dengan siapa-siapa

Jadi, kita ke mana?

Tak jadi ke mana-mana


Dindaku kita bersama saja
biarkan dunia berputar dengan isinya
dan kita tetap diam di sini sampai isi dunia
berhenti berputar dan diam bersama-sama

Detakjantungmu
napasmu
kecupmu

seisi dunia


Perantauan, 28/12/25

Jumat, 20 September 2024

Perbedaan です Desu dan ですか Desuka dalam Kalimat Bahasa Jepang

 こんにちはみんなさん~!

Konnichiwa minnasan! Ogenki desuka? 

Pada artikel ini kita akan membahas tentang dua bentuk kata kerja です (desu) dan ですか (desuka) yang sangat lazim ditemukan pada percakapan sehari-hari. Kata kerja ini digunakan dengan fungsi yang berbeda.

Kata Kerja です (Desu)

Kata kerja です atau desu atau diucapkan [des] tanpa bunyi [u] akhir, adalah semacam kata kerja penghubung (copular verb) atau dalam istilah bahasa Jepangnya, keiyou doushi. Kata kerja です (desu) digunakan di akhir kalimat sebagai penanda bahwa kalimat itu sebuah kalimat pernyataan, atau dalam istilah kerennya kalimat deklaratif.

Kata kerja kopular di bahasa Indonesia antara lain kata kerja adalah dan merupakan. Maka dari itu, kalimat bahasa Jepang yang diakhiri kata kerja です jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia bisa menggunakan kata kerja adalah atau merupakan. Namun begitu, ada kalanya pula kata kerja です itu tidak dapat diterjemahkan atau tidak ada kata yang padan sebagai penerjemahannya, pada jenis kalimat tertentu. 

Agar lebih jelas, mari cermati contoh penggunaannya seperti dalam kalimat berikut.

私は大学生です

(Watashi wa daigakusei desu)

Saya adalah mahasiswa.


これはわたしのくるまです

(Kore wa watashi no kuruma desu)

Ini adalah mobil saya.


コーヒーは飲み物です

(Koohii wa nomimono desu)

Kopi merupakan minuman.


トイレはあそこです

(Toire wa asokodesu)

Toilet di sana.


Mari kita uraikan penggunaan dan penerjemahan kata desu di tiap kalimat.

  • Kalimat pertama dan kedua menggunakan kata kerja です desu di akhir kalimat sebagai penanda pernyataan. Pada terjemahannya digunakan kata adalah.
  • Kalimat ketiga menggunakan kata kerja です dengan terjemahan merupakan. Di bahasa Indonesia, kata kerja merupakan bermakna menyatakan klasifikasi atau penggolongan. 
  • Kalimat keempat juga menggunakan kata kerja です sebagai penanda pernyataan. Namun, kata kerja ini tidak diterjemahkan dalam kalimat terjemahannya. Pada kalimat yang menyatakan lokasi, memang seringkali tidak perlu diterjemahkan dengan kata kerja